ME AND THE LIBRARY : GUDANG INFORMASI DAN GEBANG MENUJU PRESTASI

ME AND THE LIBRARY : GUDANG INFORMASI DAN GERBANG MENUJU PRESTASI
bannertitle

Interpretasi definisi perpustakaan saat ini dengan 5 tahun lalu untukku mungkin mengalami beberapa perubahan. Sama seperti kalian, aku awalnya juga punya anggapan ;

“Ngapain si ke perpustakaan, ah elah”

“Mending juga di rumah, dingin dan ada kasur”


Aku juga pernah berada di fase dimana aku berpikir mengunjungi perpustakaan itu kurang benefisial untuk diriku dan aku juga pernah punya stereotype bahwa orang yang mengunjungi perpustakaan itu kutu buku banget, pasti orangnya ngebosenin, dan ga asik.

Jika bisa diibaratkan, semisal kata ‘perpustakaan’ dan ‘namaku’ digabungkan, yang terjadi adalah saling tolak-menolak sama seperti dua magnet dengan kutub yang sama disatukan. Kami tidak berada di lembar yang sama bahkan tidak bisa disatukan di kalimat yang sama.


Benar-benar sama sekali tidak pernah terlintas sedikitpun dibenakku bahwa aku akan menjadi orang yang tiap minggu pasti mainnya ke perpustakaan kota, atau setidaknya sebulan sekali mengunjungi perpustakaan terdekat.

gelombang

ME AND THE LIBRARY : CHANGED ME TO THE PERSON I AM TODAY

Semua berawal dari tahun 2019 dimana aku masih duduk dibangku SMA, masa dimana rasa ingin tahu sangat tinggi dan rasa ingin mencoba hal baru untuk mengeksplor diri masih sangat masif.


Memasuki ruang baca di perpustakaan kota yang dipenuhi semerbak bau lembaran kertas buku yang aromatik, salah satu buku berhasil mencuri atensi dan membuatku mengeluarkan effort untuk mengambilnya dari salah satu bilik rak buku. Buku itu buku tebal berisi ratusan halaman, bergenre non-fictional pertamaku. Buku yang berhasil memikatku dan jatuh cinta dengan dunia baca-membaca.

Buku karya dari Darmawan Aji berjudul ‘Productivity Hack : 80 Inspirasi untuk Mendokrak Produktivitas Pribadi’ ini membawaku untuk bertemu versi diriku yang sekarang ini. Buku ini membahas banyak hal terkait produktivitas, mulai dari mengenal distraksi, brain dump, podomoro technique, sampai mengangkat topik skill acquisition theory “the first 20 hours’ oleh Josh Kaufman. Hanya membutuhkan waktu kurang dari dua minggu untuk menyelesaikan buku yang berisi ratusan lembaran ini. Benar-benar hanya dua minggu, semenarik itu buku ini untukku.


Berawal dari momen itulah, kebiasaan rutinitas mengunjungi perpustakaan mulai muncul. Apalagi ketika pandemi mulai melanda, malah membuatku semakin sering mengunjungi perpustakaan kota untuk meminjam buku walaupun baru bisa dibaca sesampainya di rumah. Kesibukanku selama pandemi adalah membaca buku dan menulis.

Bagiku, perpustakaan dan buku merupakan comfort zone setelah rumah­čĺŤ.

Banyak hal-hal yang baru kusadari seiring melekatnya kebiasaan untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan dalam keseharianku. Ada suatu titik dimana aku menyesal karena ternyata begitu banyak hal yang belum aku tahu di dunia ini. Menyesali mengapa aku tidak jatuh cinta dengan perpustakaan beserta isinya lebih awal.


Buku dan perpustakaan juga menjadikanku menjadi orang yang lebih tertata dari sebelumnya, paham bagaimana untuk memaksimalkan efisiensi dalam suatu proses, bagaimana memanagement waktu agar output yang dihasilkan bisa maksimal, dan bagaimana bisa meraih dan memanfaatkan peluang-peluang yang dimiliki.


Semenjak rajin mengunjungi perpustakaan, seiring banyaknya informasi dan pengetahuan yang aku dapatkan, prestasi yang kuraih sepanjang tahun 2020-2021 pun bermunculan. Entah itu pada bidang akademik maupun non akademik. Salah satunya seperti, berhasil masuk di program studi impian, berhasil mengumpulkan tabungan jutaan rupiah dari hasil memenangkan lomba-lomba, bahkan berhasil mewujudkan beberapa wishlist/bucketlist.


Berawal dari keisengan mengunjungi perpustakaan di akhir tahun 2019, membuatku super produktif dan menjadi manusia paling bahagia di tahun 2020 hingga 2021. Book and library feels so magical to me.

Rasanya seperti terlahir kembali.

Aku benar-benar merasakan perbedaan yang nyata, versiku yang saat ini dan 3 tahun yang lalu.


Jika teman-teman masih belum memulai journey yang melibatkan perpustakaan dan buku, mulailah sekarang. Pergi ke perpustakaan terdekat dan ambil buku yang dalam satu lirikan berhasil menarik perhatian. Cukup luangkan waktu 20 menit untuk buku pertama, biasanya buku pertama yang terpilih secara natural adalah buku yang sesuai dengan personality dan interest seseorang.

gelombang

KENAPA HARUS COBA MENGUNJUNGI PERPUSTAKAAN?

Percayalah, sama seperti kalian, aku juga pernah beranggapan bahwa perpustakaan adalah pilihan tempat paling ujung yang bakal dikunjungi ketika ada waktu luang.


Semua orang mendeskripsikan perpustakaan sebagai gudang ilmu atau gudang informasi. Namun, memang itulah faktanya. Sayangnya banyak orang meremehkan kekuatan yang dimiliki perpustakaan. Sebagai gudang ilmu, perpustakaan sangat mampu untuk merubah kehidupan seseorang. Buktinya, hal ini terjadi padaku. Tidak ada rasanya keyakinan bahwa aku akan menjadi diriku yang sekarang ini jikalau aku tidak sok ngide mengunjungi perpustakaan kota. di tahun 2019 silam.


Pernah mendengar ucapan “Ilmu itu mahal harganya”?


Hanya di perpustakaan, segala macam ilmu pengetahuan dan informasi gratis. Bahkan diberi kebebasan untuk memilih. Kebiasaan membaca sangat krusial di generasi kita. Perlu adanya agen-agen pergerakan yang memulai untuk membiasakan literasi atau membaca agar negara Indonesia bisa berkembang menjadi negara yang lebih baik, dipimpin oleh orang-orang yang berwawasan luas dan berbudi pekerti.

Ribet ah mau ke perpustakaan, tahapannya lama! Eits, berkat teknologi jaman sekarang rasanya segalanya menjadi lebih mudah. Kini sudah ada yang namanya perpustakaan digital, dimana kita bisa mengakses layanan perpustakaan dalam genggalaman ponsel kamu! Misalnya nih, seperti Universitas Syiah Kuala yang harus diapresiasi karena sudah mulai memanfaatkan kebermanfaatan teknologi untuk mendekatkan anak muda dengan perpustakaan. UPT. Perpustakaan Syiah Kuala menciptakan inovasi aplikasi mobile perpustakaan digital dimana mahasiswa bisa mengakses layanan perpustakaan secara digital! KEren banget kann...


Nah, Perpustakaan dari Universitah Syiah Kuala menjadi salah satu agen yang berperan penting terhadap pembiasaan generasi muda dengan perpustakaan, jadi urusan apapun yang dibutuhkan dengan perpustakaan akan jadi jauh lebih mudah. Jadi intinya, tidak ada alasan lagi nih kalau mau nikmatin layanan perpustakaan itu ribet! Tinggal pencet-pencet lewat smartphone di genggaman, udah deh! Kalian bisa menikmati layanan perpustakaan sesuka hati :)

Nah, udah tidak ada alsan lagi kan untuk tidak mulai ke perpustakaan terdekat?


Mari kita jadikan perpustakaan menjadi tempat bermain yang baru bagi generasi muda saat ini. Aku ingin mengajak teman-teman semua untuk menjadi agen literasi demi kemajuan bangs akita tercinta. Apalah arti manusia tanpa ilmu pengetahuan. Yang menilai kualitas dari seseorang adalah seberapa luas ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki. Maka dari itu, mari kita penuhi Indonesia dengan orang-orang berliterasi dan berwawasan luas.


Beberapa contoh perpustakaan yang udah keren banget dan menuju digital adalah UPT. Perpustakaan USK dari Universitas Syiah Kuala (USK) yang saat ini sedang mengadakan festival lomba-lomba yang menarik lho! Event tersebut bernama “USK Library Fiesta 2022”!


Aku ingin menutup artikel kali ini dengan kutipan dari penulis feminism Amerika yang begitu terkenal dengan otobiografinya ‘Rubyfruit Jungle’ yang mungkin bisa menginspirasi kita semua untuk mulai mencoba untuk berkunjung di perpustakaan dan membaca buku.

Sebagai bagian dari Gen Z alias generasi penerus bangsa nih, yuk kita perlahan-lahan memulai mengembangkan diri kita dan memperkaya diri dengan ilmu agar output yang bisa dihasilkan untuk bangsa Indonesia bisa membanggakan. Seperti ungkapan Rita Mae Brown yang merasa hidupnya baru mulai ketika dia mendapatkan kartu perpusatakaan.

Jadi giliran kamu nih, sampai kapan kamu akan menunda untuk memulai kehidupanmu yang sesungguhnya?

logo

------------------------------------------------------

Referensi :

https://library.unsyiah.ac.id/ Infografis merupakan karya dari penulis menggunakan sumber vektor pinterest, freepik, dokumen pribadi. Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog ULF USK 2022

Post a Comment

0 Comments